A rant about Disney
"Hot dog! Here I go killing again!"
- Emperor Mickey Mouse on gassing Uyghur children who only produced 3499 Chip and Dale keychain instead of 3500 in a day
Disney, perusahaan pembuat karakter kesukaan kalian pas masih bocil kayak Mickey Mouse, Donal Bebek, Xi Jinping Winnie the Pooh, dan lainnya. Disney udah menjadi ikon yang dicintai umat manusia semenjak Ub Iwerks bilang ke Walt Disney "Eh, bikin animasi tikus lagi ngendarain kapal uap sambil siulan seru juga nih". Semenjak "Steamboat Willie" dirilis tahun 1928, Walt Disney Productions, ltd. sering banget mengalami kesuksesan.Masa-masa Disney yang sangat sangat sangat berpengaruh dalam membuat Disney yang sekarang adalah tahun 1984-2005, masa dimana Michael Eisner dan Jeffrey Katzenberg (yang dimana mereka ini sebenernya adalah reinkarnasi dari kedua bijinya Beelzebub; Eisner biji kiri, Katzenberg biji kanan) mengambil alih. Banyak kejadian yg terjadi pas rezim mereka dan menurut gw lumayan susah buat dirangkum but I'll do my best (Why should I try? No one will read this blog anyway).
So, Michael Eisner pertama kali kerja di Paramount terus dia direkrut sama Disney buat jadi CEO tahun 1984. Dia nekenin produksi film-film baru di Touchstone Pictures, Touchstone Picture itu pertama kali dibuat sama CEO Disney sebelum Eisner yang namanya Ron W. Miller. Jadi mulai dari tahun '84, Touchstone banyak ngeluarin film yang kebanyakan nge-hit. Contohnya kayak "Down and Out in Beverly Hills", "Good Morning, Vietnam", sama "Dead Poets Society". Karena film-film ini, Eisner nandatanganin kontrak sama Showtime Networks, perusahaan yang ngawasin channel TV kabel (basically KPI). Dengan kontrak ini, Disney berhasil memasuki dunia pertelevisian, mereka dapet sukses di TV dengan acara "The Golden Girls" sama "Home Improvement". Terus pada tahun '88, Disney ngeluarin film semi-dewasa yang berjudul "Who Framed Roger Rabbit", film ini mendapat kesuksesan besar dipandang dari rating kritikus sama penjualan tiket. Film ini memulai suatu era di sejarah Disney yang bernama "Disney Renaissance" dimana 98% film keluaran Disney sukses besar. Film-film kayak "The Little Mermaid", "Aladdin", "The Lion King", "Beauty and the Beast" dan banyak lagi. Disney sering banget nempatin peringkat satu dalam segi penjualan tiket semenjak tahun '88, pendapatannya juga meningkat 20% setiap tahunnya.
Tahun '93, ketua Disney Studio yang tak lain adalah biji kanan Beelzebub, Jeffrey Katzenberg, ngebeli Miramax Films, studio yang biasanya ngerilis film-film dewasa kayak "Reservoir Dogs" atau "Pulp Fiction". Dengan dibelinya Miramax, Disney Studio mulai menjalar ke audiens nya yang lebih dewasa. Ngga sampe situ aja, di tahun yang sama Disney ngebuat sebuah tim hoki profesional (ya, tim hoki, di California Selatan yang ngga turun salju) yang dimasukin ke Liga Hoki Nasional yang bernama "Mighty Ducks of Anaheim", berdasarkan film nge-hit yang dirilis tahun '92 dengan nama yang sama. Tahun '94, biji kanan resign buat bikin DreamWorks Pictures sama Steven Spielberg dan orang satunya yang gw lupa namanya (practically, semua orang selalu lupa nama orang ketiga yang bikin DreamWorks, mereka taunya Katzenberg sama Spielberg). And then bla-bla-bla Disney penjualan go brrrrr..... bla-bla penjualan macet pas 2001 soalnya Bin Laden go boom boom on WTC bla-bla-bla 2005 penjualan mulai go brrrrrr.... lagi. Dan di tahun 2005 Bob Iger ngambil alih posisi Eisner dan jadi CEO Disney.
Tahun 2006, Disney ngebeli Pixar dan semua sahamnya seharga $7.4 Milyar (sekitaran Rp.107 Triliun, kayaknya. Au, gw ngga bisa ngitung). CEO Pixar yang merupakan seorang hippie pencipta perusahaan Apple (yes, Stiff Bekerja adalah salah satu pendiri Pixar), masuk kedalam Dewan Direksi Disney. Terus Disney juga ngebeli NBC, ABC, NBC Sports, dan The Muppets Studio. Bulan Februari 2007, Disney dituduh telah melanggar HAM mengenai kondisi pekerjaan para pekerja mereka di pabrik-pabrik yang menghasilkan merchandise (sebuah praktek barbar yang langsung ditinggalkan oleh semua perusahaan dan tidak pernah dipakai lagi). Tanggal 31 Agustus 2009, Disney ngebeli Marvel Entertainment seharga $4.24 Milyar. Bulan Agustus 2011, Bob Iger ngejelasin disebuah konferensi kalo "Disney akan menumbuhkan cabangnya dan membeli perusahaan yang dapat menumbuhkan kreativitas ke seluruh penjuru dunia". Abis itu, Disney buka cabang di India dan beberapa negara Asia lainnya. Tanggal 30 Oktober 2012, Disney ngebeli Lucasfilm seharga $4.05 Milyar dan berencana mau "meningkatkan kualitas Star Wars, baik penjualan tiket maupun kualitas film" (clearly sebuah kejujuran dan bukan perkataan yang dapat dikategorikan sebagai ironi). Dan pada tahun 2019, Disney ngebeli 21st Century Fox. Aset yang dibeli Disney adalah 20th Century Fox, Fox Broadcasting Company, Fox Television Stations, Fox News Channel, Fox Business Network, Fox Sports 1, Fox Sports 2, dan Big Ten Network.
Ok, jadi gw kayaknya cuma ngebahas sejarah Disney gimana mereka sampe sekarang dan ngga nge-rant sama sekali. So ini dia rant gw tentang Disney.
Disney pada masa-masa modern ini bisa dibilang sebagai "Money machine". Karena semua properti Disney pasti ngehasilin uang. Saking parahnya, ini gw prediksiin 1 dekade lagi kalo lu baca kamus terus cari "Capitalism" itu pasti dibawahnya ngga ada definisinya, cuma ada foto Disneyland California sama Mickey Mouse lagi ngelambai ke kamera. Dengan logika ini, Disney penghasilannya banyak jadi konten-konten yang diproduksi harusnya menarik dong? Well, iya beberapa ada yang menarik. Tapi Disney semakin kesini semakin lebih fokus buat bikin remake dari film-filmnya yang udah dirilis dari tahun-tahun sebelumnya. "Apa itu remake?" Lu tanya. Well, in a nutshell, remake itu lu ambil source material dari sesuatu yang udh ada misalnya kayak film terus lu bikin sesuatu yang baru yang berdasarkan source material itu. Kayak film-film Disney live action yang baru, misal Beauty and the Beast tahun 2017. Film itu kan berdasarkan versi kartunnya yang dari tahun '91, nah plot dari film tahun '91 itu diadaptasi dan dibikin lagi versi barunya. Terus salahnya dimana? Well, menurut gw praktek remake ini adalah bentuk kemalasan Disney dalam memproduksi ide orisinil baru, lu liat semenjak Cinderella
Comments
Post a Comment